Wednesday, September 14, 2011

Sejarah Mengapa 1 Menit = 60 Detik

Bilangan 60 digunakan untuk menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan pertama kali oleh bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau disebut juga Sexagesimal.
http://lh3.ggpht.com/-_Yv0a9pNyKM/TllCN4HOjVI/AAAAAAAAMFA/zkV0T45JvN4/time-warp_thumb%25255B23%25255D.jpg?imgmax=800

Alasan kenapa digunakan bilangan 60 adalah bilangan ini bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh enam angka pertama yaitu: 1,2,3,4,5,6.

Jadi dengan mudah kita bisa terbayang: 1/2 jam = 30 mnt, 1/3 jam = 20 menit, 1/4 jam = 15 menit, dst. Bayangkan kalau satu jam = 100 menit, berarti 1/3 jam = 33,333 mnt??? Kalo kata orang, itu ngga bunyi …

Kalo kata matematisnya, 60 itu highly composite number, atau bilangan yang angka pembaginya/faktornya banyak, yaitu 1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.

Detik
Detik atau sekon adalah satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.

Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.

Sejarahnya
Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.

Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.

Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60).

Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.

Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.

Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke-18 dan 19.

Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris.

Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960. Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris.

Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.

Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.

Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom.

Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai

Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris. Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat

Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.

Setiap orang wajib tahu waktu, oleh karena itu mari kita pelajari konversi atau perubahan waktu berikut ini :

1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik)
1 Menit = Sama Dengan 60 Detik
1 Jam = Sama Dengan 60 Menit
1 Jam = Sama Dengan 3.600 Detik
1 Hari = Sama Dengan 24 Jam
1 Hari = Sama Dengan 1.440 Menit
1 Hari = Sama Dengan 86.400 Detik
1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu
1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan
1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan
1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari
1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan
1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun
1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun

5 Tingkatan Manusia di Dunia (Menurut Sifat)

1. Orang Malas

Orang malas adalah seseorang yang berada pada tingkatan paling bawah. Tahukah kau mengapa mereka selalu ada di tingkatan paling bawah?? Sebab orang malas selalu mengulur waktu untuk melakukan sesuatu. Seperti yang kita ketahui perkataan yang selalu mereka ucapkan "iya ntar lagi." atau perkataan berikut "nanti juga bisa." Inilah sebabnya orang malas tidak pernah berhasil. Mereka selalu mengulur waktu. Bukankah ada pribahasa yang mengatakan "waktu adalah uang."Jadi masih mau jadi orang malas??

2. Orang Pintar



Nah berikutnya adalah orang pintar.Mengapa orang pintar?? Sebab orang pintar berani melakukan sesuatu dan mengerjakan sesuatu itu dengan baik. Namun bila mereka sudah melakukan 1x kesalahan maka mereka akan segera menyerah dan tidak mau berusaha lagi. Mereka selalu merasa dirinya paling pintar. Sebab itu mereka menganggap sesutu itu mudah dan mereka selalu menyepelekan sesuatu yang mereka anggap tidak penting. Itulah kesalahan dari orang pintar.Menganggap yang kecil itu tidak penting. Bukankah ada pribahasa yang mengatakan:"Ribuan kilometer perjalanan dimulai dari satu langkah kecil."

3. Orang Cerdas
 
Yang ke-3 adalah orang cerdas. Loh?!Bukan nya orang cerdas dan orang pintar sama?? Jawabannya adalah orang pintar belum tentu cerdas tapi orang cerdas sudah pasti pintar. Orang cerdas itu orang yang jika diberikan masalah maka mereka akan mencari jalan keluarnya. Mereka merasa tertantang bila di berikan suatu "misi" yang mereka anggap sebagai suatu pembelajaran hidup untuk bisa lebih maju.

4. Orang Beruntung
 
Setelah orang cerdas adalah orang adalah orang beruntung. Mengapa orang beruntung?? Sebab sepintar atau secerdas apapun seseorang jika dia tidak beruntung maka dia tidak akan mndapatkan sesuatu yang mereka impikan.Kita di dunia ini tidak bisa lepas dari faktor "lucky". Jadi bila kita sudah cerdas berdoalah semoga kita bisa mendapatkan suatu keberuntungan sehingga banyak impian kita bisa tercapai.

5. Orang Licik
 
Yang paling atas adalah orang licik. Bahkan orang licik berada di atas orang beruntung. Mengapa bisa orang licik?? Sebab orang licik bisa mengambil keberuntungan seseorang dengan cara mereka yang kotor dan jahat. Itu sebabnya orang licik berada paling atas. Semoga orang licik di dunia ini bisa hilang. Tapi itu mustahil,sebab sulit untuk menghilangkan orang licik. Mengapa kelicikan tidak bisa hilang?? Sebab keserakahan lah yang membuat seseorang tidak puas dengan apa yang mereka punyai,sehingga kelicikan bisa timbul di pikiran orang tsb.